Feriawati’s Blog

Bicara soal utang piutang selalu identik dengan peminjaman uang, walaupun kadang kala bisa berbentuk barang atau benda berwujud lainnya. Tapi yang sering terjadi dalam pergaulan sosial uang selalu menempati urutan pertama yang dijadikan sebagai obyek utang. Aku pribadi juga sering mengalami kejadian demikian, entah aku yang pinjam atau orang lain yang pinjam ke aku, tapi sejujurnya lebih sering aku meminjamkan dibanding aku yang pinjam ke orang. Memang aku bukan orang yang banyak uang atau anak orang berada, tapi herannya kok ada saja teman yang pinjam padahal sama-sama bekerja dan punya penghasilan. Biasanya sih teman selalu bilang alasan meminjam dan lebih sering dalam kategori “urgent”. Nilai nominal utang memang tidak seberapa tapi frekuensi peminjaman selalu terjadi berulang-ulang, bisa di bilang saban bulan. Ada juga teman yang pinjam uang sampe 5 jutaan (lhaaa dia pikir penghasilanku segede itu kali ya?, padahal gaji dia lebih besar lho dari gajiku.. weeewww)

Pertama kali aku kasih utang ke teman waktu aku kelas 1 SMP ke teman SD-ku, dan waktu itu aku punya tabungan sebesar 35.000 rupiah (jaman dulu uang segitu untuk ukuran anak sekolah gede banget bow, SPP sekolah bulanan saja 5 ribu perak, beli mie ayam cuma 400 perak/porsi) jadi tiap bulan aku nabung 5 ribu, terus baru terkumpul 35 ribu ehh.. temen SD-ku datang ke rumah pinjam uang alasannya sih buat isi kas TPA karena hilang (usut punya usut ternyata memang temanku ini yang korupsi pakai uang kas itu dan wajib mengembalikan kepada Panitia TPA. Duh.. kecil2 sudah korupsi). Sudah tahu dong kesimpulan akhirnya, temanku sama sekali tidak mengembalikan sepeser pun uangnya ke aku, malah ibunya temanku nyalahin aku sudah memberi utang, lhaa ibu anak sama saja tidak bertanggung jawab. Akhirnya aku ikhlasin saja.

Utang ternyata tidak berhenti di situ saja, sampai sakarang aku sering mendapat telepon dan sms dari teman isinya pinjam uang, entah itu 200rb, 300rb, 400rb, 500rb dst bahkan sampai jutaan. Nah dari seringnya kejadian seperti itu aku jadi melakukan pertimbangan sebelum memutuskan memberikan pinjaman ketika mau memberi utang ke teman walaupun sebenarnya menolong orang jangan berhitung kalau memang ikhlas dan tulus membantu ya bantu saja.

Beberapa pertimbangan yang aku buat dari berbagai sumber (sumber curhat dan keluh kesah mengenai hutang) seperti ini :

1. Pertama ; tentukan subyek/pelaku yang berhutang.

Siapa orang yang meminjam uang ke kita ?, paling tidak kita tahu urutannya, tentu saja dari yang paling dekat hubungannya, saudara, sahabat dekat, teman lama, teman jauh, teman tidak terlalu dekat, temannya teman /atau saudaranya teman, teman tidak dikenal (alias hanya kenal dalam dunia maya), dst. Urutan seperti ini sebenarnya menentukan sekali seberapa kita ikhlas jika kemungkinan resiko uang tidak kembali. Logikanya jika orang paling dekat dengan kita sedang kesusahan siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang membantu. Tapi kalau orang yang hubungannya jauh pinjam uang lantas kita berpikir “memangnya dia sama sekali tidak ada kerabat terdekat/teman dekatnya yang bisa membantunya apa? kok bisa begitu butuh uang dia larinya ke kita apalagi selama ini tidak pernah komunikasi” nah jadi berkurang keikhlasan kita membantu.

2. Kedua ; kenali kepribadian/karakter/tabiat peminjam

Kepribadian seorang peminjam perlu juga kita ketahui, ini menentukan kepercayaan dan ketenangan batin kita pada si peminjam. Seandainya hubungan dengan si peminjam sangat dekat pasti kita tahu persis bagaimana kelakuan si peminjam. Jika si peminjam adalah orang yang bisa dipercaya, jangan segan-segan untuk membantunya. Bagaimana kalau kita tidak tahu persis kepribadian si peminjam ?, apalagi hubungan dengan si peminjam tidak terlalu dekat, kalau terjadi demikian sebaiknya berpikirlah terlebih dahulu sebelum meminjamkan uang, jika perlu cari informasi mengenai si peminjam ke orang2 terdekat dengan si peminjam (ini kalau kita mau repot ya cari informasi kepribadian orang bak wartawan). Saran aku tolak saja jika tidak telalu mengenal si peminjam daripada kita membuang uang tidak ikhlas lebih baik kita sumbangkan ke orang yang betul-betul membutuhkan.

3. Ketiga ; kalau bisa tahu tujuan si peminjam meminjam uang

Biasanya orang pinjam uang itu pasti lagi sangat mendesak/sangat kepepet, dan juga memberitahu alasan dia meminjam. Ini penting lho buat kita untuk mengetahui alasan teman meminjam uang, karena setidaknya kita juga bertanggung jawab dengan uang yang hendak kita pinjamkan. Entah dia saudara/teman dekat kalau bisa ya minimal kita tahu, agar kita tahu seberapa urgent/mendesak sehingga kita bisa benar-benar membantu kesulitannya. Dulu pernah ada teman dekatku yang pinjam uang ke aku dengan angka nominal jutaan tapi tidak memberitahu maksud dia meminjam padahal penghasilan dia jauh di atas penghasilanku, ditanya malah dijawab “ada deh…” hmm nyebelin juga dengernya gimana bisa meminjamkan uang jadinya karena jadi berpikir seberapa dia butuh atau mendesaknya meminjam uang sehingga kita harus rela melepaskan uang kita buat orang lain sementara kita tidak tahu apa itu mendesak.  syukurlah ada alasan buatku menolak karena memang aku tidak punya uang sebesar yang dia minta. kenapa aku menolak? soalnya dia tidak berhenti di situ saja malah dia minta tolong aku untuk minta pinjaman ke saudaraku/temanku yang punya. Nah kalau ada pembaca yang mengalami hal seperti ini, jangan sekali-sekali turuti permintaan si peminjam.

4. Keempat ; tentukan tanggal/tenggang waktu pengembalian

Biasanya peminjam yang benar-benar berniat mengembalikan uang karena memang dia sedang butuh uang, dia pasti akan memberitahu kapan dia bisa melunasi utangnya. Karena sekali lagi si peminjam juga tahu kapan dia ada dana untuk bisa melunasi utangnya. Tapi sekiranya si peminjam belum punya penghasilan, ya kita berikan toleransi kapan saja dia mampu mengembalikan. Tujuan menentukan waktu pelunasan juga untuk diri kita bahwa pada batas waktu sekian mungkin kita juga sangat memerlukan uang tersebut, jadi tidak ada salahnya memperhitungkan waktu dengan si peminjam.

5. Kelima ; ingatkan si peminjam soal utangnya

Nah bagaimana kalau si peminjam tidak kunjung melunasi pada waktu yang sudah disepakati apalagi tidak ada kabar dari si peminjam, tindakan kita sebaiknya adalah menunggu beberapa hari mungkin si peminjam tidak ingat/lupa apalagi kalau kita masih punya cadangan tentu tidak ada alasan dong kita menagih bak rentenir. Langkah selanjutnya jika sudah melewati beberapa hari tapi si peminjam tidak kunjung melunasi utangnya adalah mengingatkan si peminjam, karena utang adalah sampai mati pun akan tetap menjadi utang, jadi hukumnya wajib bagi kita mengingatkan si peminjam mengenai utangnya. Jangan sungkan dan ragu apalagi tidak enak hati. Katakan kepada si peminjam dengan cara yang ramah dan sopan jangan sekali-kali menyinggung perasaannya. Bagaimana jika si peminjam sudah diingatkan tetapi selalu berdalih dan menghindar apalagi sepeser pun tidak mau mengembalikan. Kita bisa memberitahu sanak famili si peminjam mengenai utang si peminjam dan sodorkan bukti jika ada (mungkin berupa sms si peminjam), siapa tahu keluarga si peminjam mau membantu menagihkan utang kepada si peminjam, syukur alhamdulillah kalau keluarga si peminjam mau membantu mengembalikan utang si peminjam.

6. Kelima ; pasrahkan dan ikhlaskan

Tujuan awal meminjamkan uang ke si peminjam tentu dilandasi oleh rasa kasihan dan ingin membantu si peminjam, di samping itu juga ibadah menolong orang lain yang sedang kesusahan. Dari niat awal tersebut sudah jelas bahwa tujuannya meringankan bukan menyulitkan. Jika uang sudah diberikan kepada si peminjam maka ikhlaskan kepada si peminjam dan tanamkan kepercayaan bahwa si peminjam akan segera mengembalikan pinjamannya. Jika pada akhirnya kita menagih si peminjam dan sekian banyak cara sudah dicoba untuk menagih tapi hasilnya tetap nihil maka langkah terakhir adalah merelakan, ikhlaskan saja siapa tahu si peminjam memang tidak mampu mengembalikan (percuma juga ditagih berbusa-busa tapi dia cuek saja), dan jika sampai terjadi demikian sebaiknya jangan memberikan utang lagi kepada si peminjam tersebut. Dijamin si peminjam pasti malu untuk pinjam lagi. Selesai.

Advertisements

Salam semuanya,

pertama nulis blog nih, hari Jum’at, tgl 17-Oktober-2008, 17 Syawal, jam 14.15, blog ini dibikin lima menit yg lalu sebelum ditulis postingan pertama ini, weits.. Sebenarnya pembuatan blog ini sudah rencana lama cuma baru terwujud hari ini berhubung aku agak malas-malasan dan sok sibuk. hehe..

Thanks buat yg bikinin blog dan sekaligus yg memberi dukungan dan semangat – Stella Prisca Mogot – asli Manado, teman sekantor, teman jalan, dan teman curhat.

Hari ini mestinya aku puasa Syawal memasuki hari ke-5, berhubung orang kantor ada yg ulta dan menu yg disuguhkan (seperti biasa) hokben dan sudah terlanjur dipesenin, (hehe yg jelas ngiler dan tidak tahan lihat hokben) jadi aku batal puasa deh hari ini, utang jadi dua hari lagi yaks. ddduh maafkan aku Ya Rabb..

Salam buat semua yg sudah bersedia meluangkan waktu membaca tulisanku di sini, semoga banyak cerita dan bahasan di postingan berikutnya yg bisa aku share di blog ini.

Semangat !!!

September 2017
M T W T F S S
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Pages

Blog Stats

  • 930 hits